Setiap Muslim tentu mendambakan kedekatan dengan Sang Pencipta, Allah SWT. Salah satu momen emas untuk meraih kedekatan itu adalah setelah menunaikan sholat fardhu. Bukan sekadar mengakhiri ibadah, namun justru menjadikaya sebagai jembatan untuk melangkah lebih jauh dalam mengingat-Nya. Di sinilah peran penting cara dzikir setelah sholat yang benar dan sesuai suah. Dzikir bukan hanya rutinitas lisan, melainkan sebuah perjalanan spiritual yang menenangkan hati, membersihkan jiwa, dan menguatkan ikatan kita dengan Ilahi.
Dalam artikel ini, kita akan menyelami lebih dalam mengenai panduan lengkap cara dzikir setelah sholat. Kami akan membahas mengapa dzikir begitu krusial, adab-adab yang perlu diperhatikan, langkah-langkah dzikir sesuai tuntunan Rasulullah SAW, serta bagaimana menghadirkan hati agar dzikir kita tidak hanya sekadar ucapan, tetapi menjadi nutrisi bagi ruh. Mari kita mulai perjalanan spiritual ini, membangun kepercayaan diri dan optimisme bahwa setiap langkah dzikir adalah investasi berharga untuk kehidupan dunia dan akhirat.
Mengapa Dzikir Setelah Sholat Begitu Penting?
Sholat adalah tiang agama, sebuah dialog langsung antara hamba dan Tuhaya. Namun, setelah dialog formal itu usai, Allah SWT menganjurkan kita untuk tidak segera beranjak dari hadirat-Nya, melainkan melanjutkan dengan dzikir. Mengapa demikian?
- Penghubung Abadi dengan Allah SWT: Dzikir adalah jembatan yang menjaga koneksi spiritual kita tetap hidup. Sebagaimana sebuah telepon yang perlu diisi ulang dayanya, hati kita pun memerlukan “pengisian” spiritual agar tidak kering dan hampa. Dzikir setelah sholat adalah momen recharge terbaik.
- Pembersih Dosa dan Kekhilafan: Dalam setiap sholat, mungkin saja ada kekurangan atau kelalaian yang tak sengaja kita lakukan. Dzikir, terutama istighfar, berfungsi sebagai permohonan ampun dan penambal kekurangan tersebut. Ini adalah bentuk kerendahan hati kita di hadapan Allah.
- Sumber Ketenangan dan Kedamaian Hati: Di tengah hiruk pikuk kehidupan, hati seringkali merasa gelisah dan cemas. Dzikir adalah penawar mujarab. Firman Allah SWT dalam QS. Ar-Ra’d [13]: 28, “Orang-orang yang beriman dan hati mereka menjadi tenteram dengan mengingat Allah. Ingatlah, hanya dengan mengingat Allah hati menjadi tenteram.” Ini adalah janji yang pasti.
- Melengkapi dan Menyempurnakan Ibadah: Dzikir setelah sholat adalah penutup yang indah, layaknya sebuah hidangan penutup setelah jamuan utama. Ia menyempurnakan rangkaian ibadah kita, menunjukkan kesungguhan dan kecintaan kita kepada Allah SWT.
- Meningkatkan Derajat di Sisi Allah: Rasulullah SAW telah mengajarkan keutamaan dzikir yang sangat besar. Setiap kalimat dzikir memiliki bobot pahala yang luar biasa, mengangkat derajat seorang hamba di sisi Tuhaya.
Adab dan Persiapan Sebelum Berdzikir
Sebelum kita membahas lebih jauh tentang cara dzikir setelah sholat, penting untuk memahami adab-adab yang menyertainya. Adab ini akan membantu kita menghadirkan hati dan menjadikan dzikir lebih bermakna:
- Menjaga Kesucian: Tetaplah dalam keadaan suci (berwudhu) setelah sholat. Ini menunjukkan penghormatan kita kepada Allah SWT.
- Menghadap Kiblat (Dianjurkan): Jika memungkinkan, tetaplah menghadap kiblat. Namun, jika tidak, tidak mengapa. Yang terpenting adalah hati yang menghadap kepada-Nya.
- Tenang dan Khusyuk: Hindari tergesa-gesa. Luangkan waktu sejenak untuk menenangkan diri, meresapi keagungan sholat yang baru saja ditunaikan, dan mempersiapkan hati untuk berdzikir. Anggaplah ini sebagai momen “pendinginan” mental setelah aktivitas fisik dan spiritual sholat.
- Merendahkan Suara: Dzikir sebaiknya dilakukan dengan suara yang tidak terlalu keras, bahkan lebih utama jika hanya terdengar oleh diri sendiri. Hal ini membantu menjaga kekhusyukan dan menghindari riya’.
- Menghadirkan Hati: Ini adalah poin terpenting. Usahakan untuk memahami makna dari setiap kalimat dzikir yang diucapkan. Jangan biarkan lisan berdzikir namun hati melayang ke mana-mana.
Panduan Lengkap: Cara Dzikir Setelah Sholat Sesuai Suah
Berikut adalah panduan langkah demi langkah mengenai cara dzikir setelah sholat yang diajarkan oleh Rasulullah SAW, yang akan membantu Anda meraih ketenangan dan keberkahan:
1. Memulai dengan Istighfar
Setelah salam, langkah pertama yang diajarkan Rasulullah SAW adalah beristighfar. Ini adalah pengakuan akan kelemahan dan permohonan ampun atas segala kekurangan dalam sholat maupun dosa-dosa laiya.
- Bacaan:
أَسْتَغْفِرُ اللهَ الْعَظِيمَ
“Astaghfirullahal ‘adzim.” (Aku memohon ampun kepada Allah Yang Maha Agung). - Jumlah: Dibaca 3 kali.
- Makna: Mengakui keagungan Allah dan kerendahan diri kita, serta memohon ampunan-Nya. Sebagaimana seorang anak yang meminta maaf kepada orang tuanya setelah melakukan kesalahan, kita pun memohon ampun kepada Allah setelah menunaikan sholat, menyadari bahwa sholat kita mungkin belum sempurna.
2. Membaca Ayat Kursi
Setelah istighfar, dianjurkan untuk membaca Ayat Kursi. Ayat ini memiliki keutamaan yang sangat besar, melindungimu dari keburukan dan mendekatkanmu kepada surga.
- Bacaan:
“Allahu laa ilaaha illaa Huwal Hayyul Qayyum. Laa ta’khudzuhuu sinatun wa laa naum. Lahuu maa fis samaawaati wa maa fil ardh. Man dzal ladzii yasyfa’u ‘indahuu illaa bi idznih. Ya’lamu maa baina aidiihim wa maa khalfahum. Wa laa yuhithuuna bi syai-in min ‘ilmihii illaa bi maa syaa-a. Wasi’a Kursiyyuhus samaawaati wal ardh. Wa laa ya’uuduhuu hifzhuhumaa Wahuwal ‘Aliyyul ‘Adzhiim.” - Makna: Ayat ini menegaskan keesaan, keagungan, dan kekuasaan Allah SWT yang tak terbatas. Dengan membacanya, kita mendeklarasikan keimanan kita kepada-Nya dan memohon perlindungan-Nya.
- Keutamaan: Rasulullah SAW bersabda, “Barangsiapa membaca Ayat Kursi setiap selesai shalat fardhu, tidak ada yang menghalanginya masuk surga kecuali kematian.” (HR. An-Nasa’i)
3. Tasbih, Tahmid, dan Takbir (33x Masing-masing)
Ini adalah bagian inti dari cara dzikir setelah sholat yang paling sering diajarkan. Rasulullah SAW sangat menganjurkan dzikir ini karena pahalanya yang besar.
- Tasbih:
سُبْحَانَ اللهِ
“Subhanallah.” (Maha Suci Allah). Dibaca 33 kali. - Tahmid:
اَلْحَمْدُ للهِ
“Alhamdulillah.” (Segala puji bagi Allah). Dibaca 33 kali. - Takbir:
اَللهُ أَكْبَرُ
“Allahu Akbar.” (Allah Maha Besar). Dibaca 33 kali. - Penutup (untuk menggenapkan 100):
لَا إِلَهَ إِلَّا اللهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيكَ لَهُ، لَهُ الْمُلْكُ وَلَهُ الْحَمْدُ وَهُوَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيرٌ
“Laa ilaaha illallah wahdahu laa syarika lah, lahul mulku wa lahul hamdu wa huwa ‘ala kulli syai-in qadir.” (Tidak ada Tuhan selain Allah semata, tiada sekutu bagi-Nya. Bagi-Nya segala kerajaan dan bagi-Nya segala puji. Dia Maha Kuasa atas segala sesuatu). Dibaca 1 kali. - Keutamaan: Rasulullah SAW bersabda, “Barangsiapa bertasbih 33x, bertahmid 33x, bertakbir 33x setelah shalat, kemudian menggenapkaya dengan ‘Laa ilaaha illallah wahdahu laa syarika lah, lahul mulku walahul hamdu wahuwa ‘ala kulli syai-in qadir’, maka diampuni dosa-dosanya walaupun sebanyak buih di lautan.” (HR. Muslim). Analogi sederhananya, seperti seorang atlet yang melakukan ‘cooling down’ setelah latihan intens, dzikir ini membantu ‘menenangkan’ jiwa dan memfokuskan kembali setelah sholat.
4. Melanjutkan dengan Tahlil
Setelah rangkaian tasbih, tahmid, dan takbir, dianjurkan untuk melanjutkan dengan tahlil, yaitu mengulang kalimat tauhid.
- Bacaan:
لَا إِلَهَ إِلَّا اللهُ
“Laa ilaaha illallah.” (Tidak ada Tuhan selain Allah). - Jumlah: Dapat dibaca 10 atau 100 kali, atau sesuai kemampuan.
- Makna: Ini adalah inti dari keimanan seorang Muslim, penegasan bahwa hanya Allah lah satu-satunya Tuhan yang berhak disembah. Mengulanginya akan menguatkan keyakinan di dalam hati.
5. Memanjatkan Doa Setelah Dzikir
Setelah selesai berdzikir, tutup dengan memanjatkan doa kepada Allah SWT. Doa adalah inti ibadah, dan momen setelah dzikir adalah waktu yang mustajab.
- Tata Cara: Angkat kedua tanganmu, dengan penuh kerendahan hati, sampaikan segala hajat dan permohonanmu kepada Allah.
- Contoh Doa (umum):
“Allahumma antassalam wa minkassalam tabarakta ya dzal jalali wal ikram.” (Ya Allah, Engkaulah As-Salam (Yang Maha Sejahtera), dan dari-Mu lah kesejahteraan. Maha Suci Engkau, wahai Dzat Yang Maha Agung dan Maha Mulia).
Dilanjutkan dengan doa-doa pribadi, memohon kebaikan dunia dan akhirat, ampunan dosa, kesehatan, rezeki, dan segala yang kita butuhkan. - Pentingnya Doa: Doa adalah puncak dari penghambaan, menunjukkan ketergantungan kita sepenuhnya kepada Allah. Jangan pernah meremehkan kekuatan doa, karena Allah mencintai hamba-Nya yang senantiasa berdoa.
Menghadirkan Hati dalam Dzikir: Lebih dari Sekadar Lisan
Mempelajari cara dzikir setelah sholat secara teknis memang penting, namun yang lebih esensial adalah bagaimana kita menghadirkan hati. Dzikir yang hanya di lisan tanpa kehadiran hati ibarat tubuh tanpa ruh.
- Fokus pada Makna: Setiap kali mengucapkan “Subhanallah”, renungkanlah betapa Maha Suci-Nya Allah dari segala kekurangan. Saat “Alhamdulillah”, ingatlah segala nikmat yang telah diberikan. Ketika “Allahu Akbar”, sadarilah betapa Maha Besar-Nya Allah melebihi segala sesuatu.
- Mengatasi Gangguan: Pikiran seringkali melayang ke urusan duniawi. Ketika ini terjadi, jangan menyerah. Perlahan kembalikan fokus, tarik napas dalam-dalam, daiatkan kembali untuk berdzikir dengan sepenuh hati. Ini adalah latihan kesabaran dan keistiqomahan.
- Dzikir sebagai Gaya Hidup: Jadikan dzikir bukan hanya ritual setelah sholat, tetapi bagian dari setiap aspek kehidupan. Di jalan, saat menunggu, sebelum tidur, bahkan saat bekerja. Semakin sering kita mengingat-Nya, semakin tenang hati kita.
- Berserah Diri Sepenuhnya: Saat berdzikir, rasakan kehadiran Allah yang Maha Melihat, Maha Mendengar, dan Maha Mengetahui. Ini akan menumbuhkan rasa takut sekaligus cinta yang mendalam, mendorong kita untuk lebih berserah diri.
Tips Praktis Agar Dzikir Konsisten
Membangun kebiasaan dzikir yang konsisten membutuhkan komitmen. Berikut beberapa tips praktis untuk membantu Anda istiqomah dalam mengamalkan cara dzikir setelah sholat:
- Jadikan Prioritas: Setelah sholat, jangan langsung beranjak. Beri diri Anda waktu minimal 5-10 menit khusus untuk dzikir. Anggap ini sebagai ‘janji temu’ wajib dengan Allah.
- Gunakan Tasbih Digital/Manual: Alat bantu seperti tasbih digital atau tasbih manual bisa sangat membantu dalam menghitung jumlah dzikir, sehingga Anda bisa lebih fokus pada makna.
- Pahami Keutamaan: Teruslah membaca dan mempelajari keutamaan dzikir dari Al-Qur’an dan Hadits. Pengetahuan ini akan menjadi motivasi kuat untuk tidak pernah meninggalkan dzikir.
- Lingkungan yang Mendukung: Bergaul dengan orang-orang yang juga gemar berdzikir akan menginspirasi dan menguatkan semangat Anda.
- Mulai dari yang Ringan: Jika merasa berat, mulailah dengan jumlah yang lebih sedikit namun konsisten, lalu tingkatkan secara bertahap. Konsistensi lebih baik daripada kuantitas yang tidak berkelanjutan.
Penutup: Dzikir, Jalan Menuju Ketenangan Abadi
Saudaraku seiman, cara dzikir setelah sholat bukan hanya sekadar urutan bacaan yang harus dihafal. Ia adalah gerbang menuju ketenangan jiwa, kekuatan spiritual, dan kedekatan yang hakiki dengan Allah SWT. Setiap lafadz yang terucap, setiap makna yang meresap ke dalam hati, adalah tetesan embun yang menyegarkan ruh yang kering.
Jangan pernah merasa lelah dalam mengingat-Nya. Di tengah badai kehidupan, dzikir adalah jangkar yang kokoh. Di tengah kegelapan, dzikir adalah pelita yang menerangi. Di tengah kekosongan, dzikir adalah pengisi yang sempurna. Mari kita jadikan dzikir sebagai nafas kehidupan, sebagai sahabat setia yang tak pernah meninggalkan, dan sebagai jembatan menuju kebahagiaan abadi.
Semoga Allah SWT senantiasa membimbing kita untuk menjadi hamba-hamba-Nya yang senantiasa berdzikir, yang hati dan lisaya selalu basah dengan menyebut nama-Nya. Semoga setiap dzikir kita menjadi saksi di hari akhir, mengangkat derajat kita, mengampuni dosa-dosa kita, dan mengantarkan kita ke surga-Nya yang penuh nikmat. Aamiin ya Rabbal ‘alamin.








